Thursday, September 24, 2015

Analisis Pengembangan Kegiatan Seni Anak Usia Dini pada Taman Penitipan Anak

LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS

Judul Penelitian           : Analisis Pengembangan Kegiatan Seni Anak Usia Dini
  pada Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids
Waktu Pelaksanaan     : Rabu, 14 Oktober 2015
Tempat Penelitian       : Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids, Giriwoyo

I           Pendahuluan
1.        Latar Belakang Penelitian
Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids merupakan salah satu Taman Penitipan Anak yang berada di Kecamatan Giriwoyo. Pendirian Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids ini bernaung pada Pendidikan Non Formal dan Informal dengan akte pendirian No. 422.1/051.
Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids bertujuan :
a.         Menciptakan anak didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.        Menciptakan anak didik yang cinta pada lingkungannya.
c.         Menciptakan anak didik yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri.
d.        Menciptakan anak didik yang mempunyai sifat nasionalis dan kebangsaan.
e.         Menciptakan situasi yang menyenangkan dan penuh inovatif.
Visi :
“Menciptakan anak didik yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri, nasionalisme dan kebangsaan dengan dasar pendidikan Islam.”
Misi :
1.      Pemahaman nilai-nilai agama Islam sejak dini.
2.      Menjaga lingkungan.
3.      KBM berpusat pada anak.
4.      Menjunjung tinggi kebangsaan dan kepercayaan masyarakat yang menjadikan semangat kami untuk terus berjuang dengan dasar pendidikan Islam.
Program S1 PAUD Universitas Terbuka menargetkan lulusannya menjadi tenaga pendidik PAUD Profesional yaitu yang dapat mengembangkan program PAUD dan membuat inovasi-inovasi. Salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswi adalah Analisis Pengembangan Anak Usia Dini. Dalam rangka memenuhi tugas-tugas mata kuliah tersebut maka telah dilakukan penelitian di TPA Kalimosodo Kids yang bertujuan mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan anak yang dianggap perlu diteliti lebih lanjut untuk selanjutnya dianalisi secara kritis.
2.        Fokus Penelitian
Setelah diadakan observasi di salah satu ruang Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids, maka peneliti terfokus pada salah satu kegiatan anak yaitu mengembangkan kegiatan di sentra seni, dimana anak melakukan kegiatan meronce bentuk bulan, bintang membentuk gelang.
3.        Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
a.         Mengumpulkan data mengenai :
1)        Alasan pendidik melakukan kegiatan di sentra seni :
a).      Mengenalkan anak tentang cara meronce benda-benda di langit.
b).      Melatih anak meronce bentuk bulan, bintang dalam belajar dan bermain.
c).      Membangun perkembangan fantasi imajinasi anak.
d).     Belajar untuk bekerja mandiri.
e).      Belajar untuk bekerja secara individu.
f).       Untuk mengolah kreativitas anak yang telah dilaksanakan sehari-hari dengan mencoba dalam kegiatan motorik halus, yaitu meronce gambar bulan dan bintang.
2)        Tujuan pendidik melakukan kegiatan di sentra seni :
a).      Mengembangkan kemampuan anak dalam meronce.
b).      Mengembangkan kemampuan motorik halus anak.
c).      Melatih kemandirian anak.
d).     Menunjukkan kreativitas anak dengan kegiatan meronce gambar bulan dan bintang dengan di lem.
3)        Kebijakan yang mendukung pendidik dalam melakukan hal tersebut  yakni sentra seni dalam pendidikan anak usia dini dirancang agar membantu anak dalam mengembangkan kreativitasnya.
b.         Analisis kritis (Critical Analysis) mengenai kegiatan tersebut menurut pengamatan dan observasi peneliti yaitu :           
1.    Anak terlibat dalam kegiatan meronce.
2.    Pendidik menata alat meronce untuk mendukung kreativitas dan kemandirian anak.
3.    Pendidik mengarahkan anak untuk meakukan kegiatan meronce.
4.    Anak belum optimal dalam meronce, karena masih ada yang dibuatkan.
5.    Anak-anak perlu berlatih meronce dengan teman-temannya pada saat dirumah.
4.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat untuk :
a.       Memberi masukkan terhadap kegiatan anak TPA
b.      Melatih mahasiswa melakukan penelitian tindakan kelas.
c.       Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu kegiatan anak di TPA.

II        Landasan Teori
A.      Pengertian Meronce 
Meronce adalah menyusun benda atau merangkai benda menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau yang lain. Contohnya seperti kalung, atau menyusun abjad nama anak Saudara, atau bisa juga membuat orang-orangan. Meronce merupakan salah satu stimulasi untuk mengasah kemampuan motorik halus anak.
Meronce pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang sama, yaitu menyusun benda-benda, pernik-pernik dengan sentuhan keindahan, sehingga orang yang melihatnya merasa puas. Pengertian meronce menurut Hajar Pamadhi (2008: 9.4) meronce adalah menata dengan bantuan mengikat komponen dengan utas atau tali. Saat melakukan teknik ikatan ini, seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama dibandingkan dengan benda yang ditata tanpa ikatan. Pendapat lain dikemukakan oleh Sumanto (2006: 141) meronce adalah cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi memakai bantuan benang, tali dan sejenisnya.
       Pendapat lain dikemukakan oleh Edy Purwanto (2007: 48) yang mengungkapkan bahwa meronce adalah menyusun bahan yang berlubang atau sengaja dilubangi untuk menghasilkan rangkaian. Rangkaian ini dapat digunakan, baik sebagai hiasan maupun benda pakai.
      Pada dasarnya merangkai dan meronce harus memperhatikan unsur-unsur visual, unsur-unsur tersebut harus memenuhi prinsip penyusunan, seperti komposisi warna, bentuk, ukuran, jenis, irama, dan sebagainya.  Keterampilan merangkai dan meronce memiliki tujuan untuk permainan, meningkatkan kreativitas, melatih komposisi, melatih inajinasi, melatih membuat irama, melatih rasa kebersamaan melalui kerja kelompok, melatih dan meningkatkan untuk mengutarakan pendapat, meningkatkan apresiasi, dan sebagainya.  
   Kegiatan meronce adalah menata dengan bantuan mengikat komponen dengan tali atau utas. Dengan teknik ikatan, seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama dibandingkan dengan benda yang ditata tanpa ikatan.

B.       Tahapan Meronce
      Meronce merupakan tahap pramembaca karena ketika anak sedang meronce anak belajar cara membedakan. Kegiatan membedakan inilah yang dapat melatih kemampuan anak dalam membedakan huruf karena dengan meronce melatih koordinasi mata dan tangan anak. Menurut Dessy Rilia (2012) kegiatan meronce mempunyai beberapa tahapan dalam aplikasinya yaitu: 
  1. Meronce berdasarkan warna. Tahap ini adalah tahapan yang paling rendah dalam kegiatan meronce. Anak memasukkan benang kedalam lubang
2.      berdasarkan warna yang sama, misal warna biru saja.
  1. Meronce berdasarkan bentuk, ini salah satu langkah maju yaitu anak dapat mengenal bentuk. Ada berbagai macam bentuk dalam meronce, misalnya bentuk bulat atau kubus.
  2. Meronce berdasarkan warna dan bentuk, anak mulai bisa menggabungkan mana yang memiliki bentuk sama dan warna yang sama. Anak
5.      mengembangkan kreativitasnya dengan bentuk dan warna yang anak sukai. 
  1. Meronce berdasarkan warna, bentuk dan ukuran. Tahapan yang cukup sulit bagi anak karena mulai menggabungkan tiga komponen sekaligus.
      Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan anak dalam meronce disesuaikan dengan perkembangan anak melalui urutan tahapan kegiatan meronce mulai dari tahapan yang mudah ke tahapan yang lebih sulit. Pada anak usia 5-6 tahun sudah mampu meronce berdasarkan warna, bentuk dan ukuran.

C.      Manfaat Meronce bagi Anak
     Terdapat banyak manfaat dari meronce, berbagai ahli telah menjelaskan manfaat meronce. Adapun manfaat permainan meronce untuk anak menurut Effiana Yuriastien dkk (2009: 193) adalah sebagai berikut:
1.      Membantu kemampuan motorik halus. Saat anak melalukukan kegiatan meronce anak mengambil bulatan tanah liat dan memasukkannya ke dalam lubang dengan menggunakan tali.
2.      Melatih koordinasi mata dan tangan. Anak menggunakan kedua tangan dan mata untuk memasukkan roncean. Sehingga membutuhkan koordinasi mata dan tangan.
3.      Meningkatkan perhatian dan konsentrasi. Pada saat anak meronce, anak membutuhkan latihan dan konsentrasi saat memasukkan roncean ke dalam lubang dengan tepat.
Sedangkan tujuan meronce menurut Yani Mulyani (2007: 32) yaitu: 
1.      Melatih konsentrasi anak.
2.      Merangsang kreativitas anak.
3.      Melatih koordinasi mata dan jari tangan anak.
4.      Mengenal konsep warna dan keserasian anak.
      Ada berbagai macam tujuan dari meronce. Adapun tujuan meronce menurut Hajar Pamadhi (2008: 9.11-9.13) yaitu:
  1. Permainan
Merangkai maupun meronce berfungsi sebagai alat bermain anak, bendabenda yang akan dirangkai tidak ditujukan untuk kebutuhan tertentu melainkan untuk latihan memperoleh kepuasan rasa dan memahami keindahan. Hal ini sesuai dengan karakteristik seorang anak bahwa pada setiap saat benda itu digunakan sebagai alat bermain sehingga merangkai adalah salah satu jenis bermain.
  1. Kreasi dan komposisi
Kemungkinan benda atau komponen lain dapat diminta guru kepada anak untuk menyusun ala kadarnya. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari lingkungan sekitar, seperti: papan bekas, atau kotak sabun serta yang lain dibayangkan sebagai bangunan yang megah. Anak sengaja hanya bermain imajinasi saja, sehingga tujuan permainan ini untuk melatih imajinasi atau bayangan anak tentang intruksi suatu bangun.
  1. Gubahan atau inovasi
Merangkai dan meronce dapat ditujukan untuk melatih kreativitas, yaitu dengan cara mengubah fungsi lama menjadi fungsi baru. Kegiatan dapat dilakukan dengan merubah kegiatan anak misalnya anak sudah bisa meronce berdasarkan bentuk kemudian guru dapat meminta anak meronce ke tahapan yang lebih sulit yaitu meronce berdasarkan bentuk dan warna.
           Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa meronce dapat memberikan kesempatan anak dalam berkarya juga dapat divariasikan dan dibentuk menurut keinginan sehingga anak tertarik dan terlatih untuk menciptakan ide baru, dapat melatih koordinasi mata dan tangan selain itu dengan kegiatan meronce anak akan merasakan dan mendapatkan pengalaman langsung, melatih konsentrasi serta terampil untuk melakukan kegiatan yang menggunakan kemampuan motorik halus dan lainnya. 

D.      Jenis-jenis meronce
         Menurut Sumanto (2005: 159) ada beberapa jenis meronce diantaranya yaitu: (1) meronce dari bahan alam. Roncean dapat diperoleh dari lingkungan alam sekitar secara langsung seperti, janur, bunga segar, buah-buahan, bunga kering, daun, kayu, ranting dan biji-bijian bahan alam membawa warna dan tekstur yang alami, bentuk yang bagus dan hampir seragam, mudah ditemui disekitar lingkungan. Dalam penelitian ini peneliti menngunakan tanah liat yang termasuk dalam bahan alam, (2) meronce dari bahan buatan. Bahan buatan yaitu bahan yang diolah dari bahan yang telah ada atau hasil produk buatan manusia baik berbentuk bahan jadi, setengah jadi atau bahan bekas seperti, monte, pita sintesis, kertas berwarna, sedotan minuman, dan plastik. Selain bahan dasar dibutuhkan pula bahan pelengkap atau bahan pembantu yang berguna untuk merangkai bahan dasar yang telah dipilih untuk menambah hasil keindahan rangkaianyang dibuat bahan tersebut seperti, lem, tali, benang.
            Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahan untuk meronce seharusnya menggunakan bahan yang mudah didapat misalnya menggunakan bahan alam dan anak diharapkan menimbulkan ketertarikan pada bahan yang akan digunakan sehingga pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.


E.       Alat dan media yang digunakan
1.    Bahan 
      Sumanto (2005: 159- 160) secara umum bahan dasar yang digunakan untuk merangkai dan meronce meliputi bahan alam dan bahan buatan.Bahan alam adalah semua jenis bahan yang dapat diperoleh dari lingkungan alam sekitar secara langsung. Bahan alam contohnya adalah janur, bunga segar, buah-buahan, bunga kering, daun, kayu, ranting dan biji-bijian. Sedangkan bahan buatan adalah jenis bahan yang merupakan hasil produk atau buatan manusia, baik bahan jadi adalah monte, manik-manik, pita sintetis, kertas berwarna, sedotan minuman, plastik dan lainnya. Bahan bekas contohnya serutan kayu, gelas plastik dan lainnya. Dalam penelitian ini bahan yang akan dipakai oleh peneliti adalah tanah liat yang telah dikeringkan.
2.    Peralatan 
      Peralatan yang digunakan dalam kegiatan merangkai/meronce berkaitan dengan jenis bahan yang digunakan dan bentuk rangkaian/roncean yang dibuat. Dalam penelitian peralatan yang dipakai adalah benang kasur yang tebal dan kaku yang memudahkan anak memasukkan roncean ke dalam lubang.
      Meronce yang digunakan dalam penelitian dengan alat sederhana yang ada di lingkungan anak contohnya:
1.    Biji-bijian
2.    Manik-manik
3.    Bunga
4.    Buah-buahan
5.    Kertas
       Bahan-bahan tersebut dirangkai dengan tali atai kain sehingga membentuk rencana dengan bagus dapat dipergunakan untuk bermain atau hiasan.
F.   Langkah-langkah pembelajaran
1.        Guru menunjukkan roncean yang sudah jadi pada anak
2.        Guru memberi contoh cara meronce
3.        Anak diberi bahan dan alat untuk meronce dengan teliti dan cermat
4.        Anak mengerjakan meronce.
III     Metodologi Penelitian
1.      Subyek Penelitian
a.         Subyek penelitian          : Anak didik berjumlah 15 orang, 4 orang
  pendidik dan 1 orang penyelenggara TPA
  Kalimosodo Kids Giriwoyo
b.        Tempat penelitian          : Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids
c.         Alamat                           : Tulakan RT. 02 RW. 09
d.        Kelompok                      : Usia 1,5 s.d 3 tahun
e.         Tema                              : Sentra seni, meronce pola bintang
f.         Waktu Pelaksanaan        : Rabu, 14 Oktober 2015

2.      Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode interpretative yaitu menginterprestasikan data mengenai gejala / fenomena yang diteliti lapangan.
3.      Instumen Penelitian
a.         Observasi, yaitu untuk melihat fenomena unik/menarik untuk dijadikan fokus penelitian.
b.        Wawancara, yaitu untuk menggali informasi yang lebih mendalam mengenai fokus penelitian. Berkaitan dengan wawancara, Sutopo (2006:69) menyatakan bahwa “wawancara pada umumnya tidak dilakukan secara terstruktur, ketat dan dengan pertanyaan tertutup seperti di dalam penelitian kualitatif, tetapi dilakukan secara tidak terstruktur atau sering disebut teknik “wawancara mendalam”, karena peneliti tidak tahu apa yang belum diketahuinya”.
c.         Dokumentasi, yaitu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas tentang fokus penelitian. Menurut Moleong (2010:217) dokumen ialah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik.

No
Teknik Penilaian
Uraian
Sasaran
1
Observasi
Untuk melihat fenomena unik/menarik untuk dijadikan fokus penelitian
Pendidik, anak orang tua/wali, dokumen pembelajaran, ruang kelas
2
Wawancara
Untuk menggali informasi yang lebih mendalam mengenai fokus penelitian
Kepala TPA, pendidik
3
Dokumentasi
Untuk mengumpulkan bukti - bukti dan penjelasan yang lebih luas tentang fokus penelitian
Bukti - bukti yang kongkret
                                
IV     Analisa Data
1.       Tabulasi Data
         Untuk memudahkan analisis data, maka data hasil penelitian dibuat dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Observasi
Wawancara dengan pendidik
Wawancara dengan Kepala TPA
Dokumentasi
Sebelum kegiatan meronce terlebih dahulu pendidik mengajak anak di karpet, mereka diberikan penjelasan mengenai hal-hal yang akan mereka lakukan pada saat meronce.
Kegiatan meronce yang dilakukan anak dengan bahan kertas berbentuk bulan dan bintang.

Anak belajar motorik halus dengan kegiatan meronce.

Dengan meronce anak dapat mengembangkan kreativitas secara individu.
Alat meronce dan yang dironce adalah dari kertas dan warnanya pun tidak dibedakan.

Bagaimana cara meronce dengan menggunakan gambar bulan, bintang, bintang, bulan dan sebagainya. Setelah dironce anak disuruh memakai hasil ronceannya sendiri-sendiri.

Anak mulai meronce dengan kreatif untuk mengembangkan motorik halus.

Alat yang digunakan untuk meronce adalah potongan kertas panjang dan ditempel dengan lem kertas yang ditempelkan bentuk bulan dan bintang.
Pendidik memberikan kegiatan meronce untuk mendukung kreativitas dan kemandirian anak.

Anak masih ada yang belum melaksanakan kegiatan meronce secara optimal, karena perhatiannya masih kemana-mana, sehingga hasilnya belum optimal (selesai).
Hasil anak tidak dikumpulkan tetapi langsung dipakai oleh anak.
                         
2.       Analisis Kritis
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan meronce dengan dipandu oleh pendidik akan dapat melatih kreativitas  anak. Pendidik akan memberi contoh dalam kegiatan meronce dengan menempelkan gambar.






V        Kesimpulan dan Saran
1.       Kesimpulan
          Dari tabulasi data dan analisis data dapat disimpulkan menjadi beberapa hal yaitu sebagai berikut :
a.         TPA Kalimosodo Kids mempunyai program layanan pendidikan dengan model pengembangan sentra kegiatan bermain salah satu diantaranya sentra seni. Adapun yang menjadi alasan dari pengembangan sentra seni ini adalah tempat dimana anak dapat melakukan kegiatan meronce sesuai dengan keinginan anak, selain itu dapat melatih kreativitas anak.
b.        Sentra seni merupakan sentra yang biasanya meningkatkan kreativitas anak.
c.         Dengan kegiatan meronce anak-anak lebih dilatih untuk meningkatkan kreativitasnya.
d.        Selain itu kegiatan meronce menumbuhkan minat anak dalam motorik halus dan mengembangkan kreativitas.

2.      Saran
a.         TPA Kalimosodo Kids sebaiknya dapat memberikan fasilitas yang lebih baik sehingga akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan untuk masa yang akan datang.
b.        Sebaiknya dalam kegiatan meronce anak dilatih untuk mencoba meningkatkan kegiatan motorik halus.
e.         Sebaiknya guru pembimbing dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga meronce akan lebih memberikan kesan yang kreatif untuk anak didik.




DAFTAR PUSTAKA

Amirin Tatang M. (2000). Menyusun Rencana Penelitian, Jakarta: Grafindo Persada

Beiley. (1978). Methods Of Social Research.

Lubuk Asmawati dkk. Pengelolaan Kegiatan Pengembangan AUD. Jakarta: UT.
2008.

Masitoh dkk. 2005. Strategi Pembelajaran TK, Jakarta: Universitas Terbuka

Margono S. (2003 ). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurbiasan Dhieni dkk. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka. 2005.
                    
Permendiknas RI nomor 58 tahun 2009. Standar Pendiikan Anak Usia Dini
Tim PG PAUD Universitas terbuka. 2011. Analisis Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka
Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional

                    


















OBSERVASI KEGIATAN PENGEMBANGAN
DI TAMAN PENITIPAN ANAK

TPA                 : Kalimosodo Kids
Tanggal           : 14 Oktober 2015
Kelompok       : Usia 1,5 s.d 3 tahun.

No

 Hal-hal unik/ menarik yang ditemukan

Ada
Keterangan uraian / pertanyaan
Ya
Tidak
1
Model pengembangan kegiatan
Kegiatan berbasis sentra (BCCT)
2
Penataan Ruangan
Dibagi menjadi 3 sentra yang hari ini dibuka yaitu sentra balok, seni dan persiapan.
3
Kegiatan yang dilakukan anak
Meronce bentuk bulan, bintang dengan kertas dan di tempelkan.
4
Alat Peraga Edukatif (APE)
Gambar bentuk bulan, bintang, kertas untuk meronce, dan lem.
5
Pengaturan/ Pengelompokan anak
Pengelompokan anak dibagi menjadi 3 kelompok.
6
Cara Pendidik dalam Memimpin Kegiatan
Pendidik menyiapkan alat untuk kegiatan meronce.
7
Peran Pendidik Pendamping
Peran pendidik memperagakan cara meronce dengan baik.
8
Peran orang tua anak
Membangun kerjasama dengan sekolah dan dirumah, dalam kegiatan pembiasaan contoh : berdo’a sebelum kegiatan, cara makan yang benar, dll.








INSTRUMEN WAWANCARA
(Dengan Pendidik di Taman Penitipan Anak)

1)        Usia berapa saja anak-anak yang berada dalam Taman Penitipan Anak yang Ibu asuh?
Jawab :
Usia 1,5 s/d 3 tahun.
2)        Apa perbedaan/keistimewaan program di Taman Penitipan Anak yang Ibu asuh dibandingkan Taman Penitipan Anak lainnya?
Jawab :
Keistimewaannya fasilitas yang kami punya sedikit berbeda dengan TPA lainnya.
3)        Bagaimana cara penyusunan rencana kegiatan untuk anak di Taman Penitipan Anak yang Ibu asuh?
Jawab :
Dalam menyusun rencana kegiatan memakai menu generik tahun 2009.
4)        Referensi apa yang Ibu pergunakan untuk menyusun rencana kegiatan anak?
Jawab :
Permendiknas No. 58 tahun 2009 dan menu generik tahun 2009.
5)        Apa saja yang Ibu ambil/manfaatkan dari referensi tersebut?
Jawab :
Adanya SPM (Standar Pelayanan Minimal) untuk rencana kegiatan setiap hari.
6)        Tadi saya melihat kegiatan mencap bentuk bintang. Mengapa Ibu melakukan kegiatan tersebut?
Jawab :
Agar anak-anak terbiasa melatih ketrampilan motorik halusnya.
7)        Apa dasar pemikiran sehingga Ibu melakukan kegiatan seperti itu?
Jawab :
Agar anak terbiasa melatih ketrampilan tangan dan kejelian mata.



INSTRUMEN WAWANCARA
(Dengan Kepala Taman Penitipan Anak)

1)        Apa visi/misi dari Taman Penitipan Anak dalam konteks Pendidikan anak?
Jawab :
Visi :
“Menciptakan anak didik yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri, nasionalisme dan kebangsaan dengan dasar pendidikan Islam.”
Misi :
a.      Pemahaman nilai-nilai agama Islam sejak dini.
b.      Menjaga lingkungan.
c.       KBM berpusat pada anak.
d.      Menjunjung tinggi kebangsaan dan kepercayaan masyarakat yang menjadikan semangat kami untuk terus berjuang dengan dasar pendidikan Islam.
2)        Untuk mencapai visi/misi tujuan tersebut, apa yang diadakan di Taman Penitipan Anak Ibu pimpin?
Jawab :
a.        Mengenalkan moral dan nilai-nilai agama sejak dini.
b.        Mengenalkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar melalul lagu-lagu kebangsaan.
3)        Siapa yang merancang program tersebut?
Jawab :
Kepala TPA beserta pendidik.
4)        Ada berapa jumlah pendidik dan jumlah anak didik di Taman Penitipan Anak Kalimosodo Kids ini?
Jawab :
Pendidik ada 4 orang
Jumlah anak didik ada 15 anak

5)        Model pengembangan kegiatan apa yang diterapkan di TPA Kalimosodo Kids ?
Jawab:
Model Sentra dan pendekatan BCCT (Beyond Center and Circle Time).
6)        Tadi saya berbincang dengan salah satu pendidik di TPA Kalimosodo Kids dan menurutnya TPA Kalimosodo Kids utamanya menerapkan pembelajaran
berpusat pada anak. Alasan apa lembaga ini memprioritaskan hal tersebut?
Jawab:
Agar anak Iebih bebas untuk memilih dan melakukan kegiatan yang telah disiapkan oleh pendidik.
7)        Apa dasar pemikirannya sehingga Ibu melakukan kegiatan seperti itu?
Jawab:
Dengan adanya pembelajaran berpusat pada anak, anak didik akan lebih kreatf dan selalu ingin mencoba dan mencoba.








LAMPIRAN-LAMPIRAN


 

 


VISI, MISI, DAN TUJUAN TPA KALIMOSODO

Visi
“Menciptakan anak didik yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri, nasionalisme dan kebangsaan dengan dasar pendidikan Islam.”

Misi
1.      Pemahaman nilai-nilai agama Islam sejak dini.
2.      Menjaga lingkungan
3.      KBM berpusat pada anak.
4.      Menjunjung tinggi kebangsaan dan kepercayaan masyarakat yang menjadikan semangat kami untuk terus berjuang dengan dasar pendidikan Islam.

Tujuan
1.      Menciptakan anak didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Menciptakan anak didik yang cinta pada lingkungannya.
3.      Menciptakan anak didik yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri.
4.      Menciptakan anak didik yang mempunyai sifat nasionalis dan kebangsaan.
5.      Menciptakan situasi yang menyenangkan dan penuh inovatif.







DAFTAR ANAK DIDIK TPA KALIMOSODO KIDS
No
Nama
L/P
Tempat, Tgl.Lahir
1
ADINDA DWI LESTARI
P
Wonogiri, 13 Jan 2012
2
BRILIANA ARNUM CAHYANI
P
Wonogiri, 01 Mei 2012
3
CHARRY NOVICA CHANDRA P.
P
Wonogiri, 01 April 2013
4
DEBI WARDANA
P
Wonogiri, 23 Februari 2012
5
DEWINTA MEILIA
P
Wonogiri, 04 Maret 2012
6
DINDA ANGGUN PUTRI PERTIWI
P
Wonogiri, 17 Juni 2012
7
PUTRI LINGGAR
P
Wonogiri, 18 Juli 2011
8
RAHMADHANI PUTRI NINGTIYAS
P
Wonogiri, 19 Juni 2012
9
RINA AGUSTIN SRI RAHAYU
P
Wonogiri, 22 Agustus 2012
10
RISA KRISDIANTI
P
Wonogiri, 28 Oktober 2012
11
RIZKI BAGUS SETIAWAN
L
Wonogiri, 12 Mei 2011
12
SAFIRA ANUGERAHENI
P
Wonogiri, 11 Januari 2013
13
TRI DIANA
P
Wonogiri, 12 Juni 2012
14
WAHIB MASYAYIHUL ULUM
L
Wonogiri, 14 Juli 2011
15
YUDHA BAGUS WIJAYA
L
Wonogiri, 19 Februari 2012


Pengelola TPA

SURATI, S.Pd.AUD






0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberi komentar yang positif dan membangun. Terima kasih!