Bedanya Roman Picisan dengan Sinetron biasa

23:24





Nah lho… ini apaan coba hahahah. Seorang Om Dompet dibikin baper oleh SINETRON Indonesia, secara aku tuh bisa dibilang “anti” banget nonton sinetron apalagi jika pemeran utamanya dianiaya tak berdaya sungguh mengenaskan sebodoh itukah orang alim di dunia ini hahahah… tapi sebodoh-bodohnya pemeran utama, masih bodoh yang nonton (gak usah emosi bagi yang hobby sinetron).

Tapi beberapa waktu lalu, aku dibuat terkunci oleh ulah Roman (Arbani Yasiz) sama Wulandari (Adinda Azani). Saat mereka berakting, ah ini mah cuma awal-awal aja dibikin baper lama kelamaan si Pemeran utama pasti akan dibully mati-matian tanpa bisa membalas dan hanya episode terakhirlah yang bisa menolongnya ….

Tapi aku perhatikan, ini sinetron judulnya apa sih nah lho… Roman Picisan kayak pernah denger (kelihatan tuanya hahah) oalahhh ternyata ini cerita jaman dulu tahun 1980-an dibintangi Rano Karno sama Lidya Kandau. Ya ya ya ya … biasa aja sih banyak sinetron yang kayak gini terus dibikin bertele-tele biar naik rating.

Tapi satu dua tiga hari …. Malah pengin nonton lagi tuh dua artis berakting lucu-lucu ngegemesin hahahah. Sebagai orang yang jarang nonton sinetron, saya langsung perhatikan aja aktingnya mbuh apa ceritanya gak peduli. Ternyata eh ternyata mereka berakting di luar dugaan gaes, gak seperti kama sebelah yang ekspresinya flat dan tidak bernyawa (ups siapa tuhh … hahaha)

Oke, intinya Sinetron ini mampu menggugah pikiranku yang telah lama beku oleh cerita-cerita. Entah mungkin yang bikin cerita adalah orang lawas atau akting para pemainnya yang total dan cocok ? dan mungkin bisa benar keduanya ….

Yang bikin demen adalah di sini ada bully tapi gak keterlaluan, Pemeran utamanya gak dibikin sempurna, dia tetap punya emosi tetep punya kekurangan yang membuat lebih dinamis ceritanya. Ketika sang antagonis puny ide busuk, justru takdirlah yang dapat menyelematkan dan bikin penonton senyum-senyum sendiri hahahah ,… wis pokoke nonton wae lah.

Bagi yang belum nonton tak certain sedikit ya, biar nanti pas nonton gara-gara ketularan Om Dompet gak akan ketinggalan


Roman Picisan mengisahkan tentang Roman (Arbani Yasiz) yang jago membuat puisi. Teman-temannya kerap memanggilnya Rompis lantaran hobi membuat puisi gombal. Tak hanya jago soal puisi, Roman juga jago soal menaklukkan hati wanita. Roman sering berganti pasangan alias playboy. Demi bisa nge-date dengan cewek incarannya, Roman bahkan sampai menjual sepatu bekasnya ke pasar loak.

Ulah Roman yang kerap berganti pasangan ini membuat Wulandari (Adinda Azani) kesal. Wulan bahkan menyebut Roman adalah cowok 'brengsek' yang sengaja mempermainkan perasaan. Akibatnya, Wulan semakin judes dan sinis pada Roman. Keduanya kerap bertengkar dan saling membenci. Hingga tanpa disadari, benih-benih cinta muncul di antara mereka. Sayangnya, Roman dan Wulan gengsi untuk mengakui perasaannya.

Viktor, sepupu Roman menyadari saudaranya ini mencintai Wulan. Viktor yang pintar dan kutu buku jadi mak comblang bagi Roman dan Wulan. Segala cara dilakukan Viktor untuk menyatukan hati Roman dan Wulan. Lambat laun, usaha Viktor berhasil. Roman dan Wulan yang awalnya bak anjing dan kucing kini mulai dekat. Tapi sayangnya, kedekatan mereka tak bertahan lama. Wulan harus meninggalkan Roman dan pindah ke Irian Jaya di akhir kelas 2 SMA bersama keluarganya (Wikipedia)



Tonton salah satu adegannya hahaha







Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments

Silahkan memberi komentar yang positif dan membangun. Terima kasih!