Monday, July 09, 2012

MEDIA PEMBELAJARAN


MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Pengertian Media
Pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. (Arsyad: 2007; 3). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3 (2007: 726) kata “media” secara harfiah adalah “perantara atau pengantar”. Pengertian media sebagai sumber belajar adalah alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran  Sedangkan Arief. S. Sadiman, Rahardjo, Anung Haryono, dan Rahardjito  (2002: 6) mengemukakan ”media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan”. Hidayati et al (2008: 7.4) menyebutkan bahwa ”media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat terjadi proses belajar pada dirinya”.
Menurut (R.Ibrahim dan Nana Syaodih S.2003) media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar-mengajar. 
Media pembelajaran yang selanjutnya sering disingkat media memiliki beberapa pengertian atau definisi. Beberapa pengertian media menurut (Miarso, 2007) adalah sebagai berikut:
a)     AECT mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi.
b)     Oslon mendefinisikan media sebagai teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi dan mendistribusikan simbol melalui rangsang indra tertentu, disertai penstrukturan informasi.
c)     NEA mendefinisikan media dalam lingkup pendidikan sebagai segala bentuk benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar dan dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.
d)    Gagne (1970) menyatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
e)     Briggs (1970) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah sarana untuk memberikan perangsang bagi si belajar supaya proses belajar terjadi.
      Dari pendapat-pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Berdasarkan beberapa pengertian tentang media di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media adalah sesuatu yang digunakan untuk mempermudah penyaluran atau penyampaian pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
2.      Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Secara lebih khusus, media dalam proses belajar-mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad, 2007). 
Batasan-batasan lain mengenai media pembelajaran yang dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain:
a)      Segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi (Asosiasi Teknologi dan Komunikasi  Pendidikan dalam Sadiman, 2007).
b)      Bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya (Asosiasi Pendidikan Nasional dalam Sadiman, 2007).
c)      Alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer (Gagne & Briggs dalam Arsyad 2007).
d)     Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman, 2007).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu proses belajar-mengajar serta meningkatkan kegiatan pembelajaran.
Dalam lingkup pendidikan, media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat menghantarkan peserta didik agar memiliki pengetahuan dan kemampuan baru yang digariskan (oleh kurikulum). Penggunaan media yang relevan akan menjadikan proses belajar-mengajar berlangsung efektif (mencapai tujuan) dan efisien (mudah, cepat, dan atau murah) (Arifin, 2003).
3.      Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pendidikan. Dalam memilih suatu media pembelajaran perlu dipertimbangkan hal-hal seperti tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang yang diharapkan dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa (Arsyad, 2007).
       Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah  sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Arsyad, 2007). Sementara itu, menurut Arifin (2003), media pembelajaran dapat difungsikan untuk: 
a)      Membantu memusatkan perhatian pada pembelajaran.
b)      Mempermudah proses belajar mengajar.
c)      Meningkatkan efisiensi belajar-mengajar.
d)     Mempertahankan relevansi dengan tujuan pembelajaran.
Kemp dan Dayton dalam Arsyad (2007), mengemukakan  bahwa media pembelajaran dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang jumlahnya besar, yaitu:
a)      Memotivasi minat atau tindakan. Hasil yang diinginkan adalah melahirkan minat dan merangsang para siswa atau pendengar untuk bertindak.
b)      Menyajikan informasi. Partisipasi yang diharapkan dari siswa hanya terbatas pada persetujuan atau ketidaksetujuan secara mental, atau terbatas pada perasaan tidak/kurang senang, netral atau senang.
c)      Memberi instruksi. Informasi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktifitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi.
 Berfungsinya suatu media dalam suatu kegiatan mengindikasikan bahwa media tersebut memiliki manfaat. Sejauh mana kebermanfaatan suatu media tergantung pada sejauh mana media tersebut telah berfungsi.
Secara umum, Sadiman (2007) mengemukakan beberapa manfaat media pembelajaran antara lain:
a)      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
b)      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
  1. Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, atau model.
  2. Objek yang kecil, dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.
  3. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
  4. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun verbal.
  5. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.
  6. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.

c)      Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi  sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media berguna untuk:
  1. Menimbulkan kegairahan belajar.
  2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik
  3. dengan lingkungan dan kenyataan.
  4. Memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan dan
minatnya.
d)     Dengan sifat yang unik dari setiap siswa ditambah dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan jika semua hal tersebut harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini akan diatasi dengan adanya media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
  1. Memberikan perangsangan yang sama
  2. Mempersamakan pengalaman.
  3. Menimbulkan persepsi yang sama.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberi komentar yang positif dan membangun. Terima kasih!