Prasasti Hati

04:41
PRASASTI HATI
Oleh : Om Dompet

Kini aku meringkuk di dasar gulita.
Satu pijar hidup kulihat di atas sana redup bersahaja.
Sanggupkah ia menopang pijak-pijak ?
Serta harapan tentang tujuan perjalanan….

Kubangun titik kecil dengan hati-hati.
Menjadi awal bagaimana langkah ini menuju hakiki.
Noda, goda, coba… lalu hancur lebur tersungkur
Tergopoh kini kumulai titik baru dan terus, tak ingin lagi berhambur

Kutulis coretan pagi dengan perasaan, 
Menjadi fajar bagaimana hari ini menuju senja kebahagiaan.
Panas…, lalu khalas tak tersisa ampas,
Tertatih kini kuulangi meniti garis lurus dengan ikhlas.   

Kuuntai kata demi kata dengan puitis, 
Menjadi doa bagaimana hidup ini terkecap manis.
Namun tulisan ini berkata beda,
Kubangun keping-keping harapan untuk merenda…

Kini aku tak mempunyai apapun,
Bagaimana aku bisa membangun titik-titik itu ?
Bagaimana aku bisa mencoret pagi hatiku ?
Bagaimana aku bisa menguntai kalimat doa-doaku ?

Sedang waktuku tinggal seumur senja..
Titik kecil itu kini semakin lenyap,
Coretan pagi itu kini semakin berkabut,
Dan kalimat itupun semakin kabur.

Oh Tuhan, berikan waktu satu kali saja
Kan kubangun titik-titik hidup meski kecil
Kan kutulis coretan esok pagi meski tak bisa kulihat lagi
Kan kuuntai kalimat doa.. semoga….

Hidup ini mengenang prasasti hatiku…

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments

Silahkan memberi komentar yang positif dan membangun. Terima kasih!