Wednesday, July 20, 2011

Pendidikan Jasmani di Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Gerak


Nama                         : Deni Dwi P.
PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GERAK

Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integrdari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaia
tujuall tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hany mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan seluru potensi siswa (Singer and Dick, 1980: 193). Secara lengka pendidikan jasmani bertujuan ulltuk mengembangkan aspe kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berpikir kritis, stabilita emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakall moral melal kegiatan aktivitas jasmani dan olahraga (Thomas, Thomas and Le 1988:59).Selanjutnya dinyatakan bahwa pendidikan jasman merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampila motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran,m penghayata nilai-nilai (sikap-melltal-emosiollal-spiritual dan sosial), ser pembiasaall pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsan pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang (Corbin, 1960: 16).

Untuk itu menurut Singer (1975:34), pelldidikan jasman memiliki peran sang at penting dalam mengintensifikasikan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusi yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberika kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam anek pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, olahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah, dan terencana. Pembekalapengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligu membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepalljang hayat. Melalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan,
dan memelihara kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia (Singer, 1975:36). Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainanlolahraga, intemalisasi nilai (sportivitas, jujur, kerjasama), dan pembiasaan pola hidup sehat. Untuk itu dalam pelaksanaan pendidikan jasmani tidak hanya melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis,
namun melibatkan unsure fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial. Selain itu aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan didaktik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Tidak ada pendidikan yang tidak mempunyai sasaran pedagogis, dan tidak adak pendidikan yang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani. Karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenai dunia dan dirinya sendiri yang secara alamiah berkembang searah dengan perkembangan jaman.

Secara umum, manfaat pendidikan jasmani di sekolah mencakup sebagai berikut:
1. Memenuhi kebutuhan anak akan gerak  
Pendidikan jasmani memang merupakan dunia anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Di dalamnya anak-anak dapat belajar sambil bergembira melalui penyaluran hasratnya untuk bergerak. Semakin terpenuhi kebutuhan akan gerak dalam masa-masa pertumbuhannya, makin besar bagi kualitas pertumbuhan itu sendiri.     

2. Mengenalkan anak pada lingkungan dan potensi dirinya          
Pendidikan jasmani adalah waktu untuk ‘berbuat’. Anak-anak akan lebih memilih untuk ‘berbuat’ sesuatu dari pada hanya harus melihat atau mendengarkan orang lain ketika mereka sedang belajar. Suasana kebebasan yang ditawarkan di lapangan atau gedung olahraga sirna karena sekian lama terkurung di antara batas-batas ruang kelas. Keadaan ini benar-benar tidak sesuai dengan dorongan nalurinya. Dengan bermain dan bergerak anak benar-benar belajar tentang potensinya dan dalam kegiatan ini anak-anak mencoba mengenali lingkungan sekitarnya. Para ahli sepaham bahwa pengalaman ini penting untuk merangsang pertumbuhan intelektual dan hubungan sosialnya dan bahkan perkembangan harga diri yang menjadi dasar kepribadiannya kelak.
3. Menanamkan dasar-dasar keterampilan yang berguna 
Peranan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar cukup unik, karena turut mengembangkan dasar-dasar keterampilan yang diperlukan anak untuk menguasai berbagai keterampilan dalam kehidupan di kemudian hari. Menurut para ahli, pola pertumbuhan anak usia sekolah hingga menjelang akil balig atau remaja disebut pola pertumbuhan lambat. Pola ini merupakan kebalikan dari pola pertumbuhan cepat yang dialami anak ketika mereka baru lahir hingga usia 5 tahunan.

Karena pada usia SD tingkat pertumbuhan sedang lambat-lambatnya, maka pada usia-usia inilah kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan gerak sedang tiba pada masa kritisnya. Konsekuensinya, keterlantaran pembinaan pada masa ini sangat berpengruh terhadap perkembangan anak pada masa berikutnya.       
4. Menyalurkan energi yang berlebihan      
Anak adalah mahluk yang sedang berada dalam masa kelebihan energi. Kelebihan energi ini perlu disalurkan agar tidak menganggu keseimbangan perilaku dan mental anak. Segera setelah kelebihan energi tersalurkan, anak akan memperoleh kembali keseimbangan dirinya, karena setelah istirahat, anak akan kembali memperbaharui dan memulihkan energinya secara optimum.
5. Merupakan proses pendidikan secara serempak baik fisik, mental maupun emosional
Pendidikan jasmani yang benar akan memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap pendidikan anak secara keseluruhan. Hasil nyata yang diperoleh dari pendidikan jasmani adalah perkembangan yang lengkap, meliputi aspek fisik, mental, emosi, sosial dan moral. Tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk “membentuk manusia seutuhnya”.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberi komentar yang positif dan membangun. Terima kasih!