Welcome to our website

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

BANTU TUTORIAL ONLINE

Tutorial online Universitas Terbuka merupakan sistem pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka bagi mahasiswa aktif baik dari reguler maupun non reguler. Tutorial Online dimaksudkan sebagai fasilitas yang diberikan oleh UT kepada mahasiswanya untuk membantu memahami materi perkuliahan. Tutorial Online yang berbasiskan Moodle ini menawarkan banyak fitur yang menunjang kegiatan pembelajaran antara tutor dengan mahasiswa, sehingga program pendidikan jarak jauh yang selama ini UT tawarkan dapat dilakukan lebih optimal.

Saat ini menggunakan Tutorial Online generasi kedua. Mahasiswa yang sudah melakukan registrasi matakuliah dan telah mengaktivasi Tutorial Online secara otomatis bisa mengikuti tutorial online untuk matakuliah yang diregistrasikannya.

Adapun syarat untuk mengikuti Tutorial Online ini adalah sebagai berikut. 
  1. Yang dapat menjadi anggota UT-Online adalah mahasiswa UT program Pendas, Non Pendas dan Pasca Sarjana
  2. Wajib memiliki pengetahuan secara umum mengenai internet, dapat mengakses halaman web dan email. Serta paham istilah-istilah umum seputar teknologi informasi/internet
  3. Wajib memiliki alamat email, Bagi yang belum silahkan mendaftarkan alamat email pada situs situs free email (yahoo,hotmail,dsb), UT tidak melayani permintaan pembuatan email oleh mahasiswa
  4. Mahasiswa wajib mengisikan data data yang benar saat proses aktifasi
  5. Mahasiswa tidak diijinkan untuk menyebarkan informasi data username dan password mahasiswa untuk alasan apapun kepada mahasiswa / pihak lain.
  6. Administrator sistem UT berhak melakukan penghapusan account jika mahasiswa melakukan tindakan yang dinilai dapat membahayakan sistem UT-Online dan atau menggunakan fasilitas UT-Online yang dinilai menganggu kepentingan bersama komunitas UT-Online (penyebaran info sara, menyinggung anggota lain)
  7. Administrator sistem UT berhak melakukan penghapusan account jika mahasiswa menggunakan data data yang dikemudian hari diketahui tidak benar misal penggunaan alamat email palsu.
  8. Administrator sistem UT berhak melakukan penghapusan account jika mahasiswa tidak mengakses / login kedalam situs UT-Online sekurang - kurangnya 180 hari sejak login terakhir.
  9. Mahasiswa yang ingin mereset password atau lupa password dapat memperoleh passwordnya kembali melalui fasilitas lupa password Untuk alasan keamanan, Administrator UT tidak melayani permintaan password melalui email, dan telepon.
  10. Mahasiswa yang accountnya terhapus, dapat melakukan prosedur aktifasi ulang.
  11. Administrator sistem UT tidak bertanggung jawab atas segala masalah yang mungkin timbul akibat dilanggarnya kesepakatan ini.
  12. Ketentuan ini dapat berubah sewaktu-waktu, setiap perubahan ketentuan akan diinformasikan secara resmi melalui situs UT.

    =================================================================
    Namun masih ada kendala yang dihadapi mahasiswa mulai dari tidak mempunyai fasilitas komputer. tidak ada koneksi internet karena ada di pedalaman atau juga karena kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang tutorial online sehingga urung mengikuti perkuliahan secara online tersebut.

    Om Dompet hadir untuk memberi bantuan kepada mahasiswa UT yang hendak melakukan Tutorial Online dengan ketentuan sebagai berikut. >> Sudah melakukan registrasi mata kuliah
    >> Memberikan data Nama, NIM, dan Tanggal Lahir serta Mata Kuliah yang akan ditutorkan
    >> Biaya BANTU TUTON OM DOMPET adalah Rp. 100.000 / mata kuliah, dibayarkan sebelum aktivitasi.

    Fasilitas yang didapat:
    >>
    Diskusi dan tugas tutorial kami semua yang mengerjakan sampai upload.
    >> Materi kuliah yang ditutorkan akan kami berikan setelah tutorial selesai.
    >> Latihan soal dan jawaban akan kami berikan setelah tutorial selesai. 

    GARANSI KELULUSAN :
    Jika setelah kami bantu untuk tutorial online nilai mata kuliah masih dalam kategori E (tidak lulus), kami akan membantu GRATIS untuk tutorial lanjutan (mengulang) sampai nilai minimal C dengan catatan bahwa nilai yang paling berkontribusi adalah nilai saat ujian karena bobot nilai dari tutorial online hanya sebesar 20-30% sesuai dengan informasi dari Universitas Terbuka.

    Info selengkapnya hubungi Om Dompet 081804225274

KULIAH KELAS KARYAWAN DI STMIK AUB SURAKARTA

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer “Adi Unggul Bhirawa STMIK - AUB Surakarta adalah salah satu sekolah tinggi yang berlokasi di Jl. MW. Maramis No. 29 Cengklik, Nusukan, Surakarta 57135. STMIK AUB Surakarta memiliki program akademik S1-Sistem Informasi (148 SKS), S1-Sistem Komputer (148 SKS) dan D3-Teknik Komputer (111 SKS). 
STMIK AUB Surakarta selain membuka kelas Reguler Pagi, juga menyelenggarakan program kelas sore bagi karyawan dengan waktu kuliah yang fleksibel. Hal ini menjadi terobosan baru di mana STMIK AUB Surakarta memberi kesempatan bagi para karyawan atau calon mahasiswa yang sudah bekerja untuk mengikuti kuliah. Jadi bagi anda yang tidak memililki banyak waktu dikarenakan urusan pekerjaan dan ingin sekali kulilah, STMIK AUB Surakarta adalah pilihan yang tepat.

Persyaratan untuk mendaftar kuliah di STMIK AUB Surakarta juga tidak sulit dan hampir sama dengan kelas-kelas yang lain, bahkan bisa melalui jalur online.  Berikut tata cara mendaftar untuk calon mahasiswa baru.

SYARAT PENDAFTARAN 
  1. Menyerahkan fotocopy Ijazah / STTB yang sudah dilegalisir
  2. Menyerahkan Ijazah dan Transkrip nilai masing-masing 2 lembar (mahasiswa transfer).
  3. Menyerahkan pas photo Hitam Putih 3x4 (4 lembar)
  4. Nilai Raport yang telah dilegalisir 2 lembar (bagi yang masih kelas 3 SMA/SMK)
  5. Fotocopy KTP atau bukti identitas diri (2 lembar) 
  6. Untuk mahasiswa pindahan melengkapi dengan surat pindah dari PT asal. 
  7. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah)
  8. Surat keterangan kerja (untuk yang sudah bekerja) 
  9. Mengisi formulir dan menyerahkan di bagian pendaftaran
  10. Hasil tes langsung diberikan pada hari yang sama.
PROSEDUR PENDAFTARAN  & SELEKSI
  1. Pendaftaran PMB secara online melalui http://pmb.stmik-aub.ac.id dengan panduan sebagai berikut.
    • Calon mahasiswa wajib mengisikan data dengan lengkap dan benar [tanda bintang (*) artinya wajib diisi, bila belum ada data silahkan isikan angka nol].
    • Isikan alamat email Anda yang aktif
    • Setelah mendaftar dan klik simpan akan tampil halaman login, silahkan login dengan email yang telah Anda isikan.
    • Upload foto terbaru setelah login terdaftar.
    • Konfirmasi melalui email : pmb@stmik-aub.ac.id dan via sms ke 085742098257
    • Mengirimkan atau menyerahkan secara langsung persyaratan pendaftaran ke Panitia PMB STMIK AUB
  2. Pendaftaran secara langsung mahasiswa datang ke kampus STMIK AUB Surakarta dengan menyerahkan syarat pendaftaran.
  3. Jalur Undangan adalah seleksi tanpa tes yang didasarkan pada nilai raport siswa di sekolah asal (kuota terbatas). Seleksi jalur undangan ini diketahui dan disetujui oleh Kepala Sekolah. Mahasiswa dapat memilih Program Studi yang ditawarkan maksimal dua. 
  4. Jalur Tes adalah seleksi didasarkan nilai tes tertulis. Untuk lulusan SMA/SMK/Sederajat peserta dapat memilih dua program studi S1 reguler dan D3 reguler. 
  5. Jalur Beasiswa adalah seleksi berdasarkan nilai tes tertulis berbeda dengan jalur tes biasa. Pada jalur ini kuota mahasiswa dibatasi.
BIAYA KULIAH





























































Ketentuan Biaya Kuliah : 
  1. Biaya akan dikembalikan 75% apabila diterima di PTN. Pengembalian biaya DPP tidak termasuk biaya pendaftaran yang telah dibayarkan, dan hanya berlaku untuk calon mahasiswa yang mengundurkan diri karena diterima di PTN melalui jalur SNMPTN dan BHMN (Syarat dan ketentuan berlaku) 
  2. Pembayaran biaya kuliah dapat diangsur lima kali selama dua semester, jika dibayar lunas maka mendapat potongan 10%. 
WAKTU PENDAFTARAN
Gelombang Dini  : sampai akhir Juli 2015
Gelombang I       : sampai akhir Agustus 2015
Gelombang II      : sampai akhir September 2015
Dilayani pada hari Senin s/d Sabtu pada jam kerja.

Untuk keterangan lebih lanjut dan detail penjelasannya bisa menghubungi contact di bawah ini: 

Alamat STMIK AUB Surakarta : Kampus I, Jl. MW. Maramis, No. 29 Cengklik, Nusukan.
Telepon : (0271) 857788
Fax. : (0271) 857070
Email PMB : pmb@stmik-aub.ac.id
Website : www.stmik-aub.ac.id
Facebook : www.facebook.com/aubsolo
Twitter : twitter.com/stmikaubsolo
Layanan SMS : 0857 4209 8257

BANTU PEMBUATAN PTK/PTS

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.

Seiring tuntutan profesi dan kebutuhan sertifikasi guru serta tenaga kependidikan, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah wajib dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kinerja guru dan tenaga kependidikan. Namun, pekerjaan yang menumpuk dan waktu yang tidak fleksibel membuat guru tidak memiliki banyak waktu luang untuk membuat laporan tentang pembelejaran dan penelitian yang telah dilakukannya. Om Dompet hadir untuk membantu permasalahan Anda seputar pembuatan Laporan PTK/PTS. 

KETENTUAN 
  1. Kirimkan data berupa (Nama Lengkap, NIP, Sekolah, Kelas yang diteliti, Jumlah Siswa, Nama Siswa, Nama Teman Sejawat dan NIP, Waktu Penelitian (Semester/Th. Pelajaran), Foto. Untuk Laporan PTS (Data Guru dan Karyawan, Profile Sekolah), Foto; 
  2. Judul dari Om Dompet atau bisa merekomendasikan.
  3. Pengerjaan selama 5 (lima) hari kerja; 
  4. Menerima satu kali revisi saja. 
  5. Biasa jasa dilunasi sebelum pengiriman project PTK/PTS
FASILITAS 
  1. PTK/PTS dari kami belum pernah dipublikasikan di manapun, alias ANTI PLAGIAT; 
  2. Sudah disesuaikan dengan penulisan secara ilmiah dengan teori-teori yang relevan; 
  3. Softcopy berupa MS. Word yang mudah diedit; 
  4. Printout dan Softcover rapi sesuai permintaan; 

BIAYA
Harga satu PTK Sekolah Dasar Rp.750.000,-
Harga satu PTK SMP Rp. 850.000,-
Harga satu PTK SMA/SMK Rp. 900.000,- 
Harga satu PTS SD Rp. 850.000,-
Harga satu PTS SMP Rp. 950.000,-
Harga satu PTS SMA/SMK Rp. 1.000.000,-
*) Harga di atas belum termasuk ongkos kirim. 

=======================================
Berminat hubungi Om Dompet: 
HP. 081804225274 (WhatsApp)
Pin : 537a5d6e
FB. Om Dompet 
Twitter : @omdompet

PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION


METODE PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (Pembelajaran Langsung)
1.      Metode Pembelajaran Direct Instruction
a.      Pengertian Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)
     Pengajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru, yang mempunyai 5 langkah dalam pelaksanaannya, yaitu menyiapkan siswa menerima pelajaran, demontrasi, pelatihan terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjut (mandiri) (Nur, 2000:7).
     Model Pembelajaran berasal dari kata Model dan Pembelajaran. ”Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan” (Nur, 1996 : 78). Hakikat pembelajaran atau hakikat mengajar adalah membentuk siswa untuk memperoleh informasi, ide, keterapilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara bagaimana belajar (Joyce dan Weil dalam Nur, 1996 : 79). Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan dapat berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas proses belajar mengajar.

b.      Ciri-ciri Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)
     Model pembelajaran langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1)  Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur hasil belajar
2)     Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3) Sistem pengolahan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil (Nur,2000:3).
       Menurut Nur (2000:4–5) bahwa dalam Model Direct Instruction  terdapat dua macam pengetahuan, yakni pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan tentang sesuatu, sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu. Namun, kedua pengetahuan tersebut tidak terlepas antara satu sama lain, sering kali penggunaan prosedural memerlukan pengetahuan deklaratif yang merupakan pengetahuan prasyarat. Model Direct Instruction  dirancang untuk mengembangkan cara belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
       Menurut Nur (2000:57–59) tentang Model Direct Instruction  dapat dirangkum sebagai berikut :
1)   Salah satu tujuan pembelajaran yang penting dari setiap mata pelajaran di sekolah ialah memperoleh informasi dan keterampilan-keterampilan dasar. Sebelum siswa mempelajari informasi dan keterampilan lanjut, mereka harus terlebih dahulu menguasai informasi dan keterampilan dasar.
2)   Untuk tercapainya tujuan seperti yang tertulis pada butir (1), guru menggunakan Model Direct Instruction. Model pengajaran ini mempunyai landasan empirik dan teoritik dari anallisis system, teori pemodalan tingkah laku, dan penelitian tentang keberhasilan guru dalam mengajar.
3)      Dampak instruksional dari model pengajaran langsung ialah mengembangkan  penguasaan keterampilan sederhana dan komplek serta pengetahuan deklaratif yang dapat dirumuskan dengan jelas dan diajarkan tahap demi tahap.
4)      Direct Instruction pada umumnya mempunyai Lima fase, menjelaskan tujuan pembelajaran dan menyiapkan siswa; mendemonstrasikan atau menjelaskan materi yang akan dipelajari oleh siswa; memberikan bimbingan praktek; mengecek pemahaman siswa dan memberikan balikan; dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih sendiri dan menerapkan hasil belajar.
5)   Model Direct Instruction  memerlukan lingkungan pembelajaran terstruktur dengan baik dan uraian guru yang jelas.
6)   Pada tahap perencanaan perumusan tujuan dan analisis tugas, perlu mendapat perhatian yang seksama.
7) Dalam melaksanakan Direct Instruction, guru perlu memberikan uraian yang jelas, mendemonstrasikan dan memperagakan tingkah laku dengan benar, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih.
8)   Pelatihan perlu dilandasi oleh prinsip-prinsip sebagai berikut : Berikan pelatihan singkat dan frekwensi yang tidak berlebihan; Siswa benar-benar menguasai keterampilan yang dilatihkan; Menggunakan pelatihan berkelanjutan atau pelatihan berselang.
9)  Direct Instruction menuntut pengolaan kelas yang unik, menarik dan mempertahankan perhatian siswa dari awal sampai selesainya proses pembelajaran.
10) Pengolaan kelas yang juga perlu memperoleh perhatian ialah mengatur tempo pembelajaran, kelancaran alur pembelajaran, mempertahankan ketertiban dan peserta siswa, dan menangani dengan cepat penyimpangan-penyimpangan tingkah laku siswa.
11)  Penilaian hasil belajar siswa ditekankan pada praktek pengembangan dan
penerapan pengetahuan dasar yang sesuai, mengukur dengan teliti keterampilan sederhana dan yang kompleks, serta memberikan umpan balik kepada siswa.
      Dari uraian diatas, keterampilan atau kecakapan siswa, baik kognitif mapun fisik harus dijadikan landasan oleh guru ataupun siswa untuk membangun hasil belajar yang maksimal. Karena bagaimanapun sebelum siswa memperoleh dan memproses sejumlah informasi atau suatu pengetahuan, mereka harus menguasai strategi belajar dahulu, seperti membuat catatan dan merangkum isi bacaan.
       Begitu juga sebelum siswa mampu berpikir secara kritis, mereka harus mampu terlebih dahulu menguasai dasar-dasar ilmu logika dan begitu juga dengan hal-hal yang lain. Maka disinilah seorang guru dituntut mampu mengausai metode pengajaran langsung (Direct Instruction) untuk membantu siswa mencapainya dengan maksimal.
c.       Keunggulan dan Kelemahan Direct Instruction
Dari semua uraian dan rangkuman di atas, maka penelitian mengambil kesimpulan bahwa Model Direct Instruction  dalam pengajaran mempunyai beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut adalah:
1)      Siswa akan lebih aktif, bersemangat, bermutu (berkualitas) dan berdayaguna. Hal ini akan terjadi, karena pengajaran langsung menggunakan perencanaan dan pelaksanaan yang sangat hati-hati dari guru. Pengajaran langsung mensyaratkan tiap detil keterampilan atau isi didefinisikan secara seksama. Demontrasi dan jadwal pelatihan direncanakan dan dilaksanakan secara seksama pula.
2) Penguasaan terhadap materi lebih mendalam karena mendapat bimbingan praktek, mengecek pembahasan siswa dan memberikan umpan balik, serta siswa dapat berlatih sendiri dalam menerapkan hasil belajar. Ini semua sesuai dengan pendapat Briggs dalam Kardi (2001:10) yang menemukakan bahwa pengajaran yang dirancang secara sistematik akan berpengaruh besar terhadap perkembangan individu. Pengajaran akan menjadi lebih baik jika dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa memperoleh lingkungan belajar yang menunjang dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan aktivitasnya sendiri, tanpa adanya paksaan apapun. Begitu juga sebaliknya jika pembelajaran tidak diarahkan, mungkin sekali membawa perkembangan banyak individu siswa menajdi tidak kompeten dalam mencapai kepuasan pribadi dari kehidupan sekarang atau yang akan datang.
3)      Pengajaran dilakukan selangkah demi selangkah untuk menumbuhkan sikap percaya diri, berani, kesungguhan, keberanian serta tanggung jawab terhadap sekolah, keluarga dan masyarakat. Menurut Kardi (2001:2) Salah satu yang mencolok antara orang yang baru mempelajari sesuatu atau pemula dengan pakar adalah bahwa para pakar telah benar-benar menguasai keterampilan-keterampilan dasar, sehingga mereka dapat menerapkannya dengan presisi dan tanpa dipikirkan lagi. Sedangkan para pemula harus menguasasi dasar-dasar hal tersebu terlebih dahulu. Dan untuk pemahaman tersebut dibutuhkan langkah-langkah yang benar dan terencana. Salah satu kelebihan dari metode pembelajaran langsung ini adalah menanamkan cara atau metode informasi atau suatu pengetahuan dengan selangkah demi selangkah, yang hiharapkan tertata rapi pada diri diri siswa.
4)      Membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan khususnya dunia  kerja. Di dalam pembelajaran langsung menurut Kardi (2001:35) guru harus memberikan pelatihan sampai siswa benar-benar menguasai konsep/keterampilan yang dipelajari. Karena keterampilan dan konsep yang dipelajari hari itu adalah merupakan persayaratan penting untuk keterampilan dan praktek berikutnya. Disinilah kenapa metode pembelajaran langsung akan mampu menyaipakn siswa ke dunia kerja nyata.
5)      Membiasakan siswa untuk tidak sekedar menghafal materi pelajaran tetapi juga harus mampu menerapkan apa yang telah dipelajari sebelumnya. Di dalam pembelajaran langsung siswa dilatih untuk mandiri, tidak hanya menghafal materi pelajaran saja. Kebanyakan letihan mandiri yang diberikan kepada siswa adalah pada fase akhir pertemuan dalam kelas, yang berupa pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah disini dimaksudkan berlatih secara mandiri, hal ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan keterampilan baru yang diperolehnya secara mandiri, dan memperpanjang waktu belajar belajar bagi siswa.
     Selain mempunyai kelebihan-kelebihan, pada setiap model pembelajaran akan ditemukan keterbatasan-keterbatasan. Begitu pula dengan Model Pengakaran Direct Instruction. Keterbatasan-keterbatasan Model Pengajaran Direct Instruction adalah sebagai berikut:
1)    Karena guru memaikan peranan pusat dalam model ini, maka kesuksesan pembelajaran ini bergantung pada image guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias dan terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran akan terhambat.
2)      Model Pengajaran Direct Instruction sangat bergantung pada gaya komunikasi guru. Komunikator yang kurang baik cenderung menjadikan pembelajaran yang kurang baik pula.
3)   Jika materi yang disampaikan bersifat kompleks, rinci atau abstrak, Model Pengajaran Direct Instruction mungkin tidak dapat memberikan siswa kesempatan yang cukup untuk memproses dan memahami informasi yang disampaikan.
4)   Jika terlalu sering digunakan Model Pengajaran Direct Instruction akan membuat siswa percaya bahwa guru akan memberitahu siswa sesmua yang perlu diketahui. Hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pemebelajan siswa itu sendiri.
5)      Demonstrasi sangat bergantung pada keterampilan pengamatan siswa. Sayangnya, banyak siswa bukanlah merupakan pengamat yang baik sehingga dapat melewatkan hal-hal yang dimaksudkan oleh guru.
d.      Langkah-langkah Direct Instruction  
      Secara Umum model pembelajaran langsung telah didesain untuk mempromosikan siswa dalam hal mempelajari pengetahuan yang terstuktur dengan baik dan dapat diajarkan dalam suatu bentuk langkah-per-langkah, atau pembelajaran langsung pada umumnya dirancang secara khusus untuk mengembangkan aktivitas belajar di pihak siswa berkaitan dengan aspek pengetahuan prosedural serta pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik yang dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Fokus utama dari pembelajaran ini adalah pelatihan-pelatihan yang dapat diterapkan dari keadaan nyata yang sederhana sampai yang lebih kompleks.
       Model pembelajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana proses belajar dan mengajar berlangsung dalam waktu yang sama (real time) walaupun pengajar dan siswanya secara fisik berada pada tempat yang berbeda satu sama lain. Contoh dari pembelajaran langsung yang pengajar dan siswanya secara fisik berada pada tempat yang berbeda satu sama lain seperti Pembelajaran melalui Chatting.
        Dalam buku Suyatno “Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi” bahwa: Metode pembelajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
    Metode tersebut didasari anggapan bahwa umumnya pengetahuan dibagi dua, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan procedural. Deklaratif berarti pengetahuan tentang sesuatu. Prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu.
Lima langkah pembelajaran langsung, yaitu:
1)      Mengkondisikan
2)      Penjelasan/demontrasi
3)      Latihan terbimbing
4)      Umpan balik, dan
5)      Latihan lanjutan yang diperluas (penerapannya).
    Istilah lain yang sering digunakan untuk model pembelajaran langsung ini, dikemukakan oleh Good dan Grows (1985) ialah pengajaran aktif. Disamping itu, dalam buku Kardi dan Nur (2000) bahwa metode yang berhubungan erat dengan model ini adalah metode kuliah/ceramah dan resitasi/metode pemberian tugas.
Pembelajaran langsung ini menekankan tujuan pembelajaran yang harus berorientasi kepada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan).
   Menurut metode “Mager” untuk merumuskan tujuan pembelajaran ini bahwa metode pembelajaran langsung bertumpu pada tujuan yang spesifik yang dikenal dengan tujuan perilaku dengan tiga bagian sebagai berikut.
1)      Perilaku Siswa
2)      Situasi pegetesan
3)      Kriteria kinerja.

PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) 
      Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.
         Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkembang dari istilah penelitian tindakan (action research) (Sanjaya, hal. 24). Oleh karena itu, untuk memahami pengertian PTK perlu ditelusuri pengertian penelitian tindakan terlebih dahulu. Penelitian tindakan mulai berkembang di Amerika dan berbagai negara di Eropa, khususnya dikembangkan oleh mereka yang bergerak di bidang ilmu sosial dan humaniora (Basrowi & Suwandi, hal. 24-25). Orang-orang yang bergerak di bidang itu dituntut untuk terjun mempraktikkan suatu tindakan atau perlakuan di lapangan. Mereka berarti langsung mempraktikkan tindakan yang telah direncanakan dan mengukur kelayakan tindakan yang diberikan tersebut. Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka (Sanjaya, hal. 24). Dalam hal ini, penelitian tindakan memiliki kawasan yang lebih luas daripada PTK. Penelitian tindakan diterapkan di berbagai bidang ilmu di luar pendidikan, misalnya dalam kegiatan praktik bidang kedokteran, manajemen, dan industri (Basrowi & Suwandi, hal. 25). Bila penelitian tindakan yang berkaitan pada bidang pendidikan dilaksanakan dalam kawasan sebuah kelas, maka penelitian tindakan tindakan ini disebut PTK.
        TUJUAN PTK Tujuan PTK adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Muslich, hal. 10). Menurut Suyanto (1997), tujuan PTK adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan (Basrowi & Suwandi, hal. 54).
wikipedia.org  
       Terdapat beberapa pengertian / definisi dari penelitian tindakan kelas yaitu antara lain : 1. Menurut Amat Jaedun (2008), penelitian tindakan kelas PTK adalah salah satu jenis penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dikelasnya (metode, pendekatan, penggunaan media, teknik evaluasi dsb). 2. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang dijumpai guru dalam kegiatan pembelajaran (Sukanti, 2008). 3. Penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru dalam pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran. Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan secara individu maupun kolaboratif (Ani W, 2008). 4. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian kasus disuatu kelas, hasilnya berlaku spesifik sehingga tidak untuk digeneralisasikan ke kelas atau ketempat yang lain dan analisis datanya cukup dengan mendeskripsikan data yang terkumpul (Paidi, 2008) Dari pengertian-pengertian penelitian tindakan kelas tersebut diatas, dapat diambil suatu pemahaman bahwa penelitan tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat kasuistik dan berkonteks pada kondisi, keadaan dan situasi yang ada didalam kelas yang dilaksanakan untuk memecahka permasalahan-permasalahan yang terjadi guna meningkatkan kualitas pembelajaran didalam kelas.
 
PENTINGNYA PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

       Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan permasalahan didalam kelas. Penelitian tindakan kelas dapat dijadikan sarana bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif. Penelitian tindakan kelas juga merupakan kebutuhan bagi guru dalam meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru, karena (Sukanti, 2008): 1.Penelitian tindakan kelas sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran dikelasnya. Guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang guru dan siswa lakukan. 2. Peneltian tindakan kelas meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan tanpa adanya upaya perbaikan dan inovasi namun dia bisa menempatkan dirinya sebagai peneliti dibidangnya. 3. Guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu pengkajian yang terdalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya. 4. Penelitian tindakan kelas tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena tidak perlu meninggalkan kelasnya. Mengingat pentingnya penelitian tindakan kelas tersebut diatas, guru hendaknya mulai melakukan dan meningkatkan penelitiannya baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk mendorong dan memfasilitasi guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas, pemerintah secara rutin menyediakan dana block grant untuk penulisan karya ilmiah melalui penelitian tindakan kelas. (Diana Rahmawati)

TUJUAN DILAKSANAKANNYA PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
        Penelitian tindakan kelas secara umum dilaksanakan untuk memecahkan pemasalahan-permasalahan yang terjadi didalam kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Disamping itu penelitian tindakan kelas dapat menumbuhkan sikap mandiri dan kritis guru terhadap situasi dan keadan didalam kelas yang diajarnya. Adapun tujuan lain dari penelitian tindakan kelas menurut Sukanti (2008) dan Ani W (2008) yaitu : 1. Memperbaiki mutu dan praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran. 2. Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. 3. Mengidentifikasi, menemukan solusi dan mengatasi masalah pembelajaran dikelas agar pembelajaran bermutu. 4. Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya. 5. Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya pendekatan, strategi, metode, media pembelajaran). 6. Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru. 7. Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum dan asumsi.

MANFAAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) 

         Penelitin tindakan kelas berdampak pada tumbuhnya budaya meneliti pada guru sehingga wawasan dan pengetahuan yang berasal dari pengalaman dalam penelitiannya semakin meningkat. Bahkan pengalaman yang diperoleh guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas memungkinkan guru untuk menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan. 
           Manfaat lain dari penelitian tindakan kelas menurut Ani W (2008) dan Sukanti (2008) adalah sebagai berikut : 1. Menghasilkan laporan-laporan penelitian tindakan kelas yang dapat dijadikan panduan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil penelitian tindakan kelas yan dilaporkan dapat menjadi artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentinngan antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat dijurnal ilmiah. 2. Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya dan tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah dikalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung profesionalisme dan karir guru. 3. Mampu mewujudkan kerjasama, kolaborasi, dan sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran. 4. Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks local, sekolah dan kelas. 5. Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan dan kesenanngan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswapun dapat ditingkatkan. 6. Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh. 


--- 000 ----



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail